Misteri Nisan Abad 15
BOLA206 – MALANG: Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit pada abad ke-15 Masehi, Islam diyakini telah menyebar di Malang Raya. Hal itu terjadi bersamaan dengan melemahnya kekuasaan Kerajaan Majapahit dan meluasnya Kesultanan Demak.
Di Pulau Jawa, Wali Songo yang kemudian menjadi penyebar Islam juga tampak mulai menerima perannya dalam gerakan tersebut. Penemuan nisan di Kecamatan Ngantang yang diduga sebagai salah satu tokoh penyebar Islam menjadi penanda awal masuknya Islam ke Malang Raya.
Menurut Najib Jauhari, sejarawan Universitas Negeri Malang (UM), nisan tersebut terkait dengan Situs Pandarejo. Masyarakat setempat menyebut lokasi di Dusun Gagar, Desa Pandarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, itu sebagai makam Mbah Sentana.
“Punden ini berupa tumpukan batu kali setinggi 0,79 meter dengan nisan kepala dan kaki dari batu andesit yang menghadap utara-selatan. Saat dikonfirmasi pada Selasa, 4 Januari 2025, Najib Jauhari mengatakan, “Makam tersebut berada di dataran tinggi, di balik pohon besar yang dikenal dengan nama pohon Prih ficus religiosa.”
Ia mengklaim, berdasarkan karya ilmiah disertasi Moehamad Habib Mustopo yang tersimpan di perpustakaan UM, makam tersebut diduga sebagai orang pertama yang menyebarkan agama Islam di wilayah Malang. Berdasarkan penelitian ilmiah, kuat dugaan orang yang dimakamkan di sana berasal dari kurun waktu yang sama dengan Wali Songo.
“Di Ngantang, pada kurun waktu awal itu hanya ada satu nisan yang masih sezaman dengan Wali Songo. “Meskipun tidak ada komunitas (masyarakat), itu adalah makam tertua dari abad ke-15,” ungkapnya.
Sebenarnya makam itu sama persis dengan makam seorang muslim. Karena agama Buddha dan Hindu masih cukup kuat saat itu, maka tidak ada satu pun agama yang mengakui penguburan orang yang sudah meninggal. Makam dengan panjang 2,19 meter dengan tinggi nisan 0,79 meter, lebar atas 0,44 meter, lebar bawah 0,40 meter, dan tebal 0,20 meter itu, maka berdasarkan catatan sejarah yang ada saat ini, makam itu diduga sama dengan makam orang.
Misteri Nisan Abad 15
“Nisan ini memiliki sepuluh hiasan berbentuk segitiga sama kaki dengan angka tahun 1371 Saka atau 1449 Masehi dalam huruf Jawa Kuno. Hiasan tumpal itu berukuran lebar 0,9 meter dan tinggi 0,44 meter. Menurut dosen sejarah UM itu, huruf Jawa Kuno itu dipahat dalam bentuk relief.
Namun, di bawah angka tahun, terdapat deretan sepuluh segitiga sama kaki (tumpal) yang diukir dengan gaya ukir. Sementara angka tahun pada nisan diukir secara horizontal, terdapat prasasti yang diukir vertikal di sisi kanan bawah,” lanjutnya.
Identitas pemilik makam masih belum diketahui, meskipun ada penjelasan dan dokumen sejarah. Najib menduga, kemungkinan mereka adalah orang-orang kelahiran luar Malang yang dimakamkan setelah meninggal.
Ia mengatakan, “Di Ngantang belum ada komunitas. Kalau komunitas di Troloyo, Mojokerto, makamnya banyak dan periodenya juga terlihat. Sebaliknya, periode di Ngantang tidak jelas.
Yang jelas, ada dua kuburan lain yang menjadi saksi masuknya Islam di Malang pada periode Jawa kuno yang sebanding dengan Ngantang. Penyebar Islam itu terkait dengan dua kuburan: satu di daerah Pujon Kabupaten Malang dan satu di daerah Sengguruh, selatan Kepanjen.
“Penemuan kuburan kuno menunjukkan bahwa Islam berkembang. Ada kuburan di Pujon dan Ngantang, juga di Malang selatan dan Sengguruh,” katanya.
BACA JUGA : Perbedaan Pola Penyebaran Islam Pesantren Sunan Ampel dan Sunan Giri
instagram: @beritasportbola206 twitter: @Berita_Bola206

Bonus Member Baru Slot Games 100% (Max Bonus 100rb)
syarat : minimal deposit 100rb & TO x15
Bonus Deposit Harian 10% (Max Bonus 200rb)
syarat : minimal dp 50rb & TO x3
Bonus Cashback 5%
syarat : Minimal Kekalahan 500rb (khusus game slot, sportbook, sabung ayam, casino games)
Bonus Rollingan 1%
syarat : Minimal Rollingan 1jt (khusus Live Casino)
Bonus Referral 2,5%
syarat : Minimal Kekalahan Teman 500rb (totalan dari all game)
Leave a Reply