Advertisement

Perbedaan Pola Penyebaran Islam Pesantren Sunan Ampel dan Sunan Giri

Perbedaan Pola Penyebaran

BOLA206 – MALANG: Wali Songo dan dua pondok pesantren (ponpes) bersejarahnya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Islamisasi di nusantara. Ponpes yang terletak di daerah Ampel, Surabaya ini didirikan oleh Sunan Ampel atau Maulana Malik Ibrahim. Sebaliknya, Sunan Giri mendirikan pondok pesantren lain di Gresik, yang dekat dengan daerah Surabaya.

Menurut Najib Jauhari, sejarawan Universitas Negeri Malang (UM), kedua pondok pesantren ini memegang peranan penting dalam penyebaran Islam baik di dalam maupun luar Jawa. Misalnya, Wali Songo yang belajar di bawah bimbingan Suman Ampel merupakan salah satu lulusan terkemuka pondok pesantren yang didirikan oleh Sunan Ampel atau Maulana Malik Ibrahim tersebut.

“Maulana Malik Ibrahim hidup pada masa awal Islamisasi Jawa. Saat dikonfirmasi, Najib Jauhari menyatakan, “Beliau tertarik masuk Islam karena beliau adalah seorang pedagang yang bertransaksi dengan beberapa orang melalui transaksi jual beli.”

Dari perdagangan tersebut, Islam berkembang melalui budaya dan pendidikan. Misalnya, keberadaan beberapa pesantren bersejarah di Jawa yang menguntungkan proses Islamisasi nusantara pada saat itu di bidang pendidikan.

“Pendidikan dan budaya, termasuk pesantren, tidak diragukan lagi memiliki dampak yang paling besar dan paling bertahan lama. Menurut analisis, Ampeldento, Surabaya, merupakan pondok pesantren tertua, sehingga pemerataannya pun terjadi,” tegasnya lagi.

Bersama Pondok Pesantren Giri Kedaton, Sunan Giri, pendiri Pondok Pesantren Ampeldento di Gresik, memiliki peran yang cukup besar dalam penyebaran Islam di Jawa dan sejumlah pulau lainnya. Namun, ia mengakui adanya perbedaan dalam cara penyebaran Islam dari kedua pondok pesantren tersebut.

“(Ponpes) Giri Gresik merupakan pondok pesantren politik, sedangkan Ampel tidak demikian. Dengan demikian, jaringan Suman Giri atau Raden Paku adalah jaringan politik, dan Islam meluas hingga Kesultanan Ternate, Tidore, Bugis, dan Nusa Tenggara Barat,” kata pria yang juga pengajar sejarah di UM tersebut.

Perbedaan Pola Penyebaran

Hal inilah yang menjadikan pendekatan Giri Kedaton Sunan Giri dalam menyebarkan Islam lebih menyasar kalangan bangsawan dan pejabat tinggi pemerintahan. Namun, pendekatan Pondok Pesantren Ampel dalam menyebarkan Islam lebih mengutamakan kekuatan kalangan bawah atau akar rumput, yang memilih dari bawah.

“Jika Giri adalah kelompok kesultanan atau bangsawan, maka dakwah Ampel akan sampai kepada masyarakat di bawah. Maka sebutan Wali Songo bersifat melengkapi,” katanya. Gelar Wali Songo bersifat melengkapi karena kesultanan tidak dapat digulingkan,” katanya.

Karena pengaruh Giri yang begitu kuat di sejumlah kesultanan di Indonesia bagian timur, para sultan dan bangsawan masih kerap meminta restu atau persetujuan Giri Kedaton yang juga dikenal dengan nama Gresik.

“Dalam agama Katolik, iman, Giri Kedaton dapat disamakan dengan jaringan Paus, namun jaringan tersebut hanya terdiri dari para bangsawan atau

BACA JUGA : Pola pikir Barcelona adalah keyakinan konstan bahwa mereka dapat mengalahkan lawan mana pun.


www.206asik.com

instagram: @beritasportbola206 twitter: @Berita_Bola206

Bonus Member Baru Slot Games 100% (Max Bonus 100rb)
syarat : minimal deposit 100rb & TO x15

Bonus Deposit Harian 10% (Max Bonus 200rb)
syarat : minimal dp 50rb & TO x3

Bonus Cashback 5%
syarat : Minimal Kekalahan 500rb (khusus game slot, sportbook, sabung ayam, casino games)

Bonus Rollingan 1%
syarat : Minimal Rollingan 1jt (khusus Live Casino)

Bonus Referral 2,5%
syarat : Minimal Kekalahan Teman 500rb (totalan dari all game)